Thursday, August 1, 2013

MAKALAH MASALAH KEPENDUDUKAN KECAMATAN NGALIYAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia saat ini. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Jika populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Namun kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berdampak pada kualitas hidup manusia yang rendah.


Ngaliyan adalah sebuah kecamatan dalam lingkup Kota Semarang yang merupakan kawasan pengembang dari Kota Semarang yang juga merupaka kawasan industry dan jalur utama yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kota Kendal sehingga sector kependudukan, kawasan dan wilayah tidak berjana sesuai dengan kaidah tata ruang wilayah yang berdampak pada alih fungsi lahan yang tidak senestinya menjadi tempat pengembangan perekonomian, dalam hal ini adalah wawasan lingkungan hidup.
Pertumbuhan penduduk dapat berdampak buruk bagi kelangsungan lingkungan hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Ngaliyan. Dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat berakibat pada buruknya sector lingkungan hidup dan berbagai masalah lainya yang perlu dianalisis dan dikaji ulang serta pemberian solusi yang tepat.
B.   Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk
1.      Mengetahui wilayah dan karakteristik Kecamatan Ngaliyan.
2.      Mengetahui pengembangan wilayah Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sector lingkungan hidup.
3.      Mengetahui pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Ngaliyan.
4.      Mengetahui masalah masalah yang timbul akibat pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sudut pandang lingkungan hidup.

C.   Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah karakteristik wilayah Kecamatan Ngaliyan?
2.      Bagaimanakah pengembangan wilayah Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sudut pandang Lingkungan Hidup?
3.      Bagaimanakah pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Ngaliyan?

4.      Apa sajakah masalah masalah yang timbul akibat pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sudut pandang lingkungan hidup?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    KONDISI UMUM KECAMATAN NGALIYAN
Ngaliyan adalah sebuah kecamatan yang terletak di sebelah barat Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia berbatasan dengan kecamatan Mijen, Semarang Barat dan Tugu. Sebelum menjadi sebuah Kecamatan sendiri, Ngaliyan merupakan Kelurahan di dalam wilayan Kecamatan Tugu. Namun, melihat potensi pengembangan dan luas wilayahnya, maka akhirnya Ngaliyan berubah menjadi sebuah Kecamatan.
Ngaliyan yang berada di sebelah barat pusat kota Semarang mempunyai posisi yang strategis karena menjadi penghubung antara Semarang dan Kendal. Kendal. Selain itu, lokasinya yang cukup tinggi menjadikan wilayah ini bebas banjir dan sangat cocok untuk dijadikan kawasan hunian.
Kecamatan Ngaliyan terdiri dari 10 kecamatan dengan luas wilayah 3269,97 Ha yang merupakan 8,83% dari luas seluruh Kota Semarang dan memiliki penduduk pada tahun 2008 sejumlah 109.108  jiwa dengan jumlah penduduk laki sejumlah 54.534 jiwa dan penduduk perempuan sejumlah 54.574 jiwa. Adapun batas-batas wilayah Kecamatan Ngaliyan sebagai berikut :
               - Sebelah Utara           : Kecamatan Tugu
               - Sebelah Selatan         : Kecamatan Mijen
               - Sebelah Barat            : Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal
               - Sebelah Timur           : Kecamatan Semarang Barat
Kecamatan Ngaliyan cenderung berfungsi sebagai daerah pinggiran Kota Semarang yang berfungsi menampung perkembangan penduduk dari pusat Kota Semarang. Kedudukan Kecamatan Ngaliyan terhadap Kota Semarang adalah strategis. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu :
a.       Fungsi sebagai penampung limbahan penduduk dari pusat Kota Semarang.
b.      Dilewati jalur arteri primer yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kota Jakarta.
c.       Adanya kegiatan hutan yang dikelola oleh PT. Perhutani yang berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar.
Kecamatan Ngaliyan diarahkan untuk kegiatan dengan tingkat kepadatan sedang.
B.     KEPENDUDUKAN KECAMATAN NGALIYAN

Kecamatan Ngaliyan memiliki penduduk pada tahun 2008 sejumlah 109.108  jiwa dengan jumlah penduduk laki sejumlah 54.534 jiwa dan penduduk perempuan sejumlah 54.574 jiwa.
Data Penduduk Kecamatan Ngaliyan Dirinci Per Kelurahan
Tahun 2000-2008
Kelurahan




Data Penduduk





2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
Podorejo
511

5065

5128
5204
5287
5364
5543
Wates
2845

3054

3140
3247
3449
3538
3833
Beringin
7176

8610

9473
10059
10610
11121
11775
Ngaliyan
10.404

11031

11437
11766
12030
12135
12262
Bambankerep
3242

3797

3901
3989
4096
4158
4354
Kalipancur
13.392

14171

14885
15163
15333
15566
16820
Purwoyoso
14.331

15004

15400
14233
14383
14715
14898
Tambakaji
15.516

16446

17436
18140
18536
18994
19582
Gondoriyo
1.729

2093

2536
2763
2907
3225
3682
Wonosari
12.275

13327

14471
14925
15607
16009
16324
Jumlah
85.921
89.005
92.548
95.341
97.807
99.489
102.238
104.825
109.108
Sumber : Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka 2000 – 2008

Dari data penduduk Kecamatan Ngaliyan dirinci per kelurahan tahun 2000 – 2008 diatas dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk Kecamatan Ngaliyan dari tahun 2000 – 2008 sebesar 4.08% per tahun. Dengan kepadatan penduduk pada tahun 2008 sebesar 33.36 jiwa/. Pertumbuhan penduduk yang tinggi tersebut disebabkan karena wilayah Kecamatan Ngaliyan merupakan kawasan pengembangan dari Kota Semarang. Pertumbuhan penduduk di tiap-tiap kelurahan bervariasi, ini dipengaruhi oleh faktor motalitas, natalitas dan migrasi. Besarnya penduduk yang datang ke Kecamatan Ngaliyan  disebabkan daya tarik Kecamatan Ngaliyan sebagai tempat perdagangan, jasa, dan industri.
Penduduk Kecamatan Ngaliyan terfokus di sepanjang jalan Semarang- Kendal seperti di Kelurahan Bringin, Purwoyoso, Ngaliyan, Wates, Podorejo dan Kalipancur. Ini disebabkan karena wilayah tersebut dilalui jalan utama penghubung Kota Semarang kearah timur menuju Kota Jakarta yang merupakan tempat investasi berbagai kegatan ekonomi dilihat dari accesibilitas yang menguntungkan.
Sebagian besar penduduk Kecamatan Ngaliyan berprofesi sebagai pedagang dan penyedia jasa serta pengusaha. Adanya kawasan industry membuat Kecamatan Ngaliyan memiliki mobilitas ekonomi yang tinggi.

C.    PERMASALAHAN YANG TIMBUL AKIBAT PERTUMBUHAN PENDUDUK

Pertumbuhan penduduk Kecamatan Ngaliyan yang cuup tinggi menimbulkan berbagai masalah antara lain :
1.      Kerusakan Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar. Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Seiring dengan bertambahnya penduduk Kecamatan Ngaliyan, kawasan hijau diwilayah tersebut berangsur angsur berkurang dikarenakan penggunaan lahan tidak lagi berorientasi pada lingkungan tetapi berorientasi pada kebutuhan dan factor ekonomi. Masyarakat lebih mengutamakan kelangsungan hidup dari sector ekonomi dengan adanya pembangunan berbagai macam permukiman dan kawasan industry serta kawasan ekonomi yang semakin meluas sehingga terjadi alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang kota yang seharusnya memiliki ruang terbuka hijau.
Melihat potensi Kecamatan Ngaliyan yang berkembang menjadi kawasan industry, maka pola permukiman pekerja industry diusahakan mendekat dan mengelilingi kawasan tersebut. Ada kecenderungan perubahan fungsi dari bangunan rumah tinggal menjadi pertokoan terutama sepanjang Jalan Ngaliyan – Boja. Kelurahan Wates dan Podorejo karakteristik permukimanya berkembang memanjang mengikuti jaringan jalan utama. Permukman terencana yang mulai banyak dibangun oleh pengembang (developer) seperti Dikelurahan Ngaliyan, Bringin dan lain-lain. Dalam pengembanganya hal tersebuat tidak memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga limbah industry mengganggu kelangsungan hidup ekosistem lingkungan.


2.      Kemiskinan
Kemiskinan ditandai oleh ketidakberdayaan atau ketidakmampuan dalam hal:
1)   memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan, serta kesehatan.
2)   melakukan kegiatan usaha produktif.
3)   menjangkau akses sumber daya sosial dan ekonomi.
4)   menentukan nasibnya sendiri dan senantiasa mendapat perlakuan diskriminatif dan eksploitatif.
5)   membebaskan diri dari mental dan budaya miskin.
Jumlah keluarga miskin di Kecamatan Ngaliyan cukup tinggi disebabkan karena pertumbuhan dan pengembangan wilayah kota. Walaupun dikecamatan Ngaliyan merupakan wilayah industry, bagi orang orang yang tidak mempunyai keterampilan akan tersingkir. Jumlah keluarga miskin pada tahun 2005 mencapai 3807 kepala keluarga dengan jumlah penduduk miskin 15.228 jiwa.
Penanggulangan kemiskinan telah menjadi agenda dan prioritas utama pembangunan serta telah dilaksanakan dalam kurun waktu yang panjang. Berbagai strategi, kebijakan, program, dan kegiatan penanggulangan kemiskinan baik yang bersifat langsung (program khusus) maupun yang tidak langsung telah diimplementasikan, namun demikian hasilnya belum optimal, salah satunya ditandai dengan masih banyaknya penduduk miskin di Kecamatan Ngaliyan. Penanggulangan kemiskinan bukanlah hal yang mudah diatasi, mengingat kemiskinan merupakan masalah yang bersifat multidimensional. Di samping itu, kemiskinan juga merupakan masalah sosio-ekonomi yang memiliki kandungan lokalitas yang sangat bervariasi.


3.      Alih fungsi lahan

Alih fungsi lahan adalah perubahan fungsi lahan yang dilakukan oleh suatu orang atau organisasi yang merubah sifat dan fungsi lahan tersebut. Alih fungsi lahan di Kecamatan Ngaliyan lebih berorientasi pada bidang ekonomi semata tanpa memerdulikan aspek lingkungan hidup. Sebagian besar wilayah Kecamatan ngalian telah berubah menjadi pertokoan, permukiman dan industry karena disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi seiring dengan mobilitas ekonomi yang tinggi pula.
Lingkungan hidup tidak menjadi hal penting lagi karena lahan telah beralih fungsi. Akibatnya terjadi berbagai masalah seperti penumpukan sampah, polusi udara maupun air serta banjir. Seperti diketahui sebelumnya, beberapa waktu lalu terjadi banjir bandang yang diebabkan meluapnya Kali Beringin yang menewaskan tujuh orang di Kecamatan Ngaliyan dan Tugu dan menyisakan kerugian material senilai Rp47 miliar. Banjir bandang itu disebabkan karena Alih fungsi lahan yang terjadi dari perkebunan dan pertanian menjadi perumahan dan kawasan industri.  Sementara sejumlah pengusaha yang melakukan aktivitas di daerah itu hingga kini tidak membangun danau untuk penyerapan air sesuai ketentuan.
Efektifitas alih fungsi lahan dipengaruhi oleh pejabat yang berwenang dalam rencana tata ruang dan tata wilayah setempat. Alangkah baiknya bila alih fungsi lahan di wilayah Kecamatan Ngaliyan ditinjau kembali sehingga dapat terbangun kawasan ekonomi yang memerdulikan aspek kelingkungan sehingga tidak menimbulkan masalah masalah yang akan merugikan masyarakat Kecamatan Ngaliyan itu sendiri.
Semua permasalahan yang terjadi pada dasarnya disebabkan karena pertumbuhan penduduk yang tinggi dan juga pertambahan penduduk yang berasal dari limpahan penduduk Kota Semarang. Semakin bertambahnya penduduk, maka semakin besar tingkat alih fungsi lahan yang terjadi, karena bertambahnya sarana dan prasarana pendukung kehidupan seperti permukiman, industry, penyedia lapangan pekerjaan serta kompleks pertokoan.
Lingkungan hidup yang perlu diperhatikan pada wilayah Kecamatan Ngaliyan adalah adanya ruang terbuka hijau disepanjang sungai dan pusat ekonomi, yang akan membantu penyerapan air dan menetralisir limbah dan polusi yang diakibatkan adanya perindustrian dan perumahan. Ruang terbuka hijau juga dapat mencegah terjadinya banjir sehingga kejadian bencana tidak terulang kembali.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari deskripsi tentang wilayah Kecamatan Ngaliyan, penduduk dan permasalahan yang terjadi di Kecamatan Ngaliyan, dapat disimpulkan bahwa wilayah ngaliyan merupakan wilayah pengembangan dari Kota Semarang yang juga mrupakan kawasan industry. Mempunyai mobilitas ekonomi yang tinggi dan pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan persentase 4.08% per tahun dengan jumlah penduduk 109.108 jiwa dan luas wilayahnya 3269.97ha.
Dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi menyebabkan berbagai permasalahan yang timbul seperti masalah lingkungan hidup, masalah kemiskinan dan masalah penyalahgunaan alih fungsi lahan yang tidak berada pada jalur kaidah-kaidah lingkungan hidup
B.     SARAN
Pertumbuhan penduduk hendaknya diiringi dengan tata ruang kota yang baik dan berwawasan lingkungan serta penyediaan fasilitas-fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai dan juga berwawasan lingkungan, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga meskipun wilayah tersebut digunakan untuk kawasan pengembang berbagai sektor.





DAFTAR PUSTAKA

Badan pusan statistik. 2000.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2000.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2002.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2002.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2004.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2004.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2005.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2005.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2006.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2006.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2007.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2007.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2008.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2008.semarang.BPS
http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2010/11/banjir-bandang-ngaliyan-karena-kerusakan-lingkungan/ 22 maret 2010,10.30 WIB


No comments:

Post a Comment