BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari
masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia saat ini. Setiap orang
memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Jika
populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara
lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Namun kenyataannya adalah
populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk
memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan
terlampaui dan berdampak pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Ngaliyan adalah sebuah kecamatan dalam lingkup Kota
Semarang yang merupakan kawasan pengembang dari Kota Semarang yang juga
merupaka kawasan industry dan jalur utama yang menghubungkan Kota Semarang
dengan Kota Kendal sehingga sector kependudukan, kawasan dan wilayah tidak
berjana sesuai dengan kaidah tata ruang wilayah yang berdampak pada alih fungsi
lahan yang tidak senestinya menjadi tempat pengembangan perekonomian, dalam hal
ini adalah wawasan lingkungan hidup.
Pertumbuhan penduduk dapat berdampak buruk bagi
kelangsungan lingkungan hidup masyarakat di wilayah Kecamatan Ngaliyan. Dengan
pertumbuhan penduduk yang tinggi dapat berakibat pada buruknya sector lingkungan
hidup dan berbagai masalah lainya yang perlu dianalisis dan dikaji ulang serta
pemberian solusi yang tepat.
B.
Tujuan
Makalah
ini bertujuan untuk
1. Mengetahui
wilayah dan karakteristik Kecamatan Ngaliyan.
2. Mengetahui
pengembangan wilayah Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sector lingkungan hidup.
3. Mengetahui
pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Ngaliyan.
4. Mengetahui
masalah masalah yang timbul akibat pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan
Ngaliyan dilihat dari sudut pandang lingkungan hidup.
C.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
karakteristik wilayah Kecamatan Ngaliyan?
2. Bagaimanakah
pengembangan wilayah Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sudut pandang Lingkungan
Hidup?
3. Bagaimanakah
pertumbuhan penduduk wilayah Kecamatan Ngaliyan?
4. Apa
sajakah masalah masalah yang timbul akibat pertumbuhan penduduk wilayah
Kecamatan Ngaliyan dilihat dari sudut pandang lingkungan hidup?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
KONDISI
UMUM KECAMATAN NGALIYAN
Ngaliyan adalah sebuah kecamatan yang terletak di sebelah barat Kota
Semarang, Provinsi Jawa
Tengah, Indonesia berbatasan dengan kecamatan Mijen, Semarang Barat
dan Tugu. Sebelum menjadi sebuah Kecamatan
sendiri, Ngaliyan merupakan Kelurahan di dalam wilayan Kecamatan Tugu.
Namun, melihat potensi pengembangan dan luas wilayahnya, maka akhirnya Ngaliyan
berubah menjadi sebuah Kecamatan.
Ngaliyan yang berada di sebelah barat pusat kota Semarang mempunyai posisi yang strategis
karena menjadi penghubung antara Semarang dan Kendal. Kendal. Selain itu, lokasinya yang cukup tinggi
menjadikan wilayah ini bebas banjir dan sangat cocok untuk dijadikan kawasan
hunian.
Kecamatan Ngaliyan terdiri dari 10 kecamatan dengan luas
wilayah 3269,97 Ha yang merupakan 8,83% dari luas seluruh Kota Semarang dan
memiliki penduduk pada tahun 2008 sejumlah 109.108 jiwa dengan jumlah penduduk laki sejumlah
54.534 jiwa dan penduduk perempuan sejumlah 54.574 jiwa. Adapun batas-batas
wilayah Kecamatan Ngaliyan sebagai berikut :
- Sebelah
Utara : Kecamatan Tugu
- Sebelah
Selatan : Kecamatan Mijen
-
Sebelah Barat : Kecamatan
Kaliwungu Kabupaten Kendal
-
Sebelah Timur : Kecamatan
Semarang Barat
Kecamatan Ngaliyan cenderung berfungsi sebagai daerah
pinggiran Kota Semarang yang berfungsi menampung perkembangan penduduk dari
pusat Kota Semarang. Kedudukan Kecamatan Ngaliyan terhadap Kota Semarang adalah
strategis. Hal ini dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu :
a.
Fungsi sebagai penampung
limbahan penduduk dari pusat Kota Semarang.
b.
Dilewati jalur arteri primer
yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kota Jakarta.
c.
Adanya kegiatan hutan yang
dikelola oleh PT. Perhutani yang berdampak pada terbukanya lapangan pekerjaan
bagi penduduk sekitar.
Kecamatan Ngaliyan diarahkan untuk kegiatan dengan
tingkat kepadatan sedang.
B.
KEPENDUDUKAN
KECAMATAN NGALIYAN
Kecamatan Ngaliyan memiliki penduduk
pada tahun 2008 sejumlah 109.108 jiwa
dengan jumlah penduduk laki sejumlah 54.534 jiwa dan penduduk perempuan
sejumlah 54.574 jiwa.
Data Penduduk Kecamatan
Ngaliyan Dirinci Per Kelurahan
Tahun 2000-2008
Kelurahan
|
Data Penduduk
|
||||||||
2000
|
2001
|
2002
|
2003
|
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
2008
|
|
Podorejo
|
511
|
5065
|
5128
|
5204
|
5287
|
5364
|
5543
|
||
Wates
|
2845
|
3054
|
3140
|
3247
|
3449
|
3538
|
3833
|
||
Beringin
|
7176
|
8610
|
9473
|
10059
|
10610
|
11121
|
11775
|
||
Ngaliyan
|
10.404
|
11031
|
11437
|
11766
|
12030
|
12135
|
12262
|
||
Bambankerep
|
3242
|
3797
|
3901
|
3989
|
4096
|
4158
|
4354
|
||
Kalipancur
|
13.392
|
14171
|
14885
|
15163
|
15333
|
15566
|
16820
|
||
Purwoyoso
|
14.331
|
15004
|
15400
|
14233
|
14383
|
14715
|
14898
|
||
Tambakaji
|
15.516
|
16446
|
17436
|
18140
|
18536
|
18994
|
19582
|
||
Gondoriyo
|
1.729
|
2093
|
2536
|
2763
|
2907
|
3225
|
3682
|
||
Wonosari
|
12.275
|
13327
|
14471
|
14925
|
15607
|
16009
|
16324
|
||
Jumlah
|
85.921
|
89.005
|
92.548
|
95.341
|
97.807
|
99.489
|
102.238
|
104.825
|
109.108
|
Sumber
: Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka 2000 – 2008
Dari data penduduk Kecamatan Ngaliyan
dirinci per kelurahan tahun 2000 – 2008 diatas dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan penduduk Kecamatan Ngaliyan dari tahun 2000 – 2008 sebesar 4.08%
per tahun. Dengan kepadatan penduduk pada tahun 2008 sebesar 33.36 jiwa/
.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi tersebut disebabkan karena wilayah Kecamatan
Ngaliyan merupakan kawasan pengembangan dari Kota Semarang. Pertumbuhan
penduduk di tiap-tiap kelurahan bervariasi, ini dipengaruhi oleh faktor
motalitas, natalitas dan migrasi. Besarnya
penduduk yang datang ke Kecamatan
Ngaliyan disebabkan daya tarik Kecamatan
Ngaliyan sebagai tempat perdagangan, jasa, dan
industri.
Penduduk Kecamatan Ngaliyan terfokus di
sepanjang jalan Semarang- Kendal seperti di Kelurahan Bringin, Purwoyoso,
Ngaliyan, Wates, Podorejo dan Kalipancur. Ini disebabkan karena wilayah
tersebut dilalui jalan utama penghubung Kota Semarang kearah timur menuju Kota
Jakarta yang merupakan tempat investasi berbagai kegatan ekonomi dilihat dari
accesibilitas yang menguntungkan.
Sebagian besar penduduk Kecamatan
Ngaliyan berprofesi sebagai pedagang dan penyedia jasa serta pengusaha. Adanya
kawasan industry membuat Kecamatan Ngaliyan memiliki mobilitas ekonomi yang
tinggi.
C.
PERMASALAHAN
YANG TIMBUL AKIBAT PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk Kecamatan Ngaliyan
yang cuup tinggi menimbulkan berbagai masalah antara lain :
1.
Kerusakan
Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar
manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun
tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan
abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman
sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah,
juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang
ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan
tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai
lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan
yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk
menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap
makhluk hidup di bumi. Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup
termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan
dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Seiring dengan bertambahnya penduduk Kecamatan Ngaliyan,
kawasan hijau diwilayah tersebut berangsur angsur berkurang dikarenakan
penggunaan lahan tidak lagi berorientasi pada lingkungan tetapi berorientasi
pada kebutuhan dan factor ekonomi. Masyarakat lebih mengutamakan kelangsungan
hidup dari sector ekonomi dengan adanya pembangunan berbagai macam permukiman
dan kawasan industry serta kawasan ekonomi yang semakin meluas sehingga terjadi
alih fungsi lahan yang tidak sesuai dengan tata ruang kota yang seharusnya
memiliki ruang terbuka hijau.
Melihat potensi Kecamatan Ngaliyan yang berkembang
menjadi kawasan industry, maka pola permukiman pekerja industry diusahakan
mendekat dan mengelilingi kawasan tersebut. Ada kecenderungan perubahan fungsi
dari bangunan rumah tinggal menjadi pertokoan terutama sepanjang Jalan Ngaliyan
– Boja. Kelurahan Wates dan Podorejo karakteristik permukimanya berkembang
memanjang mengikuti jaringan jalan utama. Permukman terencana yang mulai banyak
dibangun oleh pengembang (developer) seperti Dikelurahan Ngaliyan, Bringin dan
lain-lain. Dalam pengembanganya hal tersebuat tidak memperhatikan daya dukung
lingkungan sehingga limbah industry mengganggu kelangsungan hidup ekosistem
lingkungan.
2.
Kemiskinan
Kemiskinan ditandai
oleh ketidakberdayaan atau ketidakmampuan dalam hal:
1) memenuhi kebutuhan dasar
seperti pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan, serta kesehatan.
2) melakukan kegiatan usaha
produktif.
3) menjangkau akses sumber
daya sosial dan ekonomi.
4) menentukan nasibnya
sendiri dan senantiasa mendapat perlakuan diskriminatif dan eksploitatif.
5) membebaskan diri dari
mental dan budaya miskin.
Jumlah keluarga miskin di Kecamatan Ngaliyan cukup
tinggi disebabkan karena pertumbuhan dan pengembangan wilayah kota. Walaupun
dikecamatan Ngaliyan merupakan wilayah industry, bagi orang orang yang tidak
mempunyai keterampilan akan tersingkir. Jumlah keluarga miskin pada tahun 2005
mencapai 3807 kepala keluarga dengan jumlah penduduk miskin 15.228 jiwa.
Penanggulangan kemiskinan telah
menjadi agenda dan prioritas utama pembangunan serta telah dilaksanakan dalam
kurun waktu yang panjang. Berbagai strategi, kebijakan, program, dan kegiatan
penanggulangan kemiskinan baik yang bersifat langsung (program khusus) maupun
yang tidak langsung telah diimplementasikan, namun demikian hasilnya belum
optimal, salah satunya ditandai dengan masih banyaknya penduduk miskin di Kecamatan Ngaliyan.
Penanggulangan kemiskinan bukanlah hal yang mudah diatasi, mengingat kemiskinan
merupakan masalah yang bersifat multidimensional. Di samping itu, kemiskinan
juga merupakan masalah sosio-ekonomi yang memiliki kandungan lokalitas yang
sangat bervariasi.
3.
Alih
fungsi lahan
Alih fungsi lahan adalah perubahan fungsi lahan yang
dilakukan oleh suatu orang atau organisasi yang merubah sifat dan fungsi lahan
tersebut. Alih fungsi lahan di Kecamatan Ngaliyan lebih berorientasi pada
bidang ekonomi semata tanpa memerdulikan aspek lingkungan hidup. Sebagian besar
wilayah Kecamatan ngalian telah berubah menjadi pertokoan, permukiman dan
industry karena disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi seiring dengan
mobilitas ekonomi yang tinggi pula.
Lingkungan hidup tidak menjadi hal penting lagi karena
lahan telah beralih fungsi. Akibatnya terjadi berbagai masalah seperti
penumpukan sampah, polusi udara maupun air serta banjir. Seperti diketahui
sebelumnya, beberapa waktu lalu terjadi banjir bandang yang diebabkan meluapnya
Kali Beringin yang menewaskan tujuh orang di Kecamatan Ngaliyan dan Tugu dan
menyisakan kerugian material senilai Rp47 miliar. Banjir bandang itu disebabkan
karena Alih fungsi lahan yang terjadi dari perkebunan dan pertanian menjadi
perumahan dan kawasan industri. Sementara sejumlah pengusaha yang
melakukan aktivitas di daerah itu hingga kini tidak membangun danau untuk
penyerapan air sesuai ketentuan.
Efektifitas alih fungsi lahan dipengaruhi oleh pejabat
yang berwenang dalam rencana tata ruang dan tata wilayah setempat. Alangkah
baiknya bila alih fungsi lahan di wilayah Kecamatan Ngaliyan ditinjau kembali
sehingga dapat terbangun kawasan ekonomi yang memerdulikan aspek kelingkungan
sehingga tidak menimbulkan masalah masalah yang akan merugikan masyarakat
Kecamatan Ngaliyan itu sendiri.
Semua permasalahan yang terjadi pada dasarnya disebabkan
karena pertumbuhan penduduk yang tinggi dan juga pertambahan penduduk yang
berasal dari limpahan penduduk Kota Semarang. Semakin bertambahnya penduduk,
maka semakin besar tingkat alih fungsi lahan yang terjadi, karena bertambahnya
sarana dan prasarana pendukung kehidupan seperti permukiman, industry, penyedia
lapangan pekerjaan serta kompleks pertokoan.
Lingkungan hidup yang perlu diperhatikan pada wilayah
Kecamatan Ngaliyan adalah adanya ruang terbuka hijau disepanjang sungai dan pusat
ekonomi, yang akan membantu penyerapan air dan menetralisir limbah dan polusi
yang diakibatkan adanya perindustrian dan perumahan. Ruang terbuka hijau juga
dapat mencegah terjadinya banjir sehingga kejadian bencana tidak terulang
kembali.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari deskripsi tentang wilayah Kecamatan Ngaliyan,
penduduk dan permasalahan yang terjadi di Kecamatan Ngaliyan, dapat disimpulkan
bahwa wilayah ngaliyan merupakan wilayah pengembangan dari Kota Semarang yang
juga mrupakan kawasan industry. Mempunyai mobilitas ekonomi yang tinggi dan
pertumbuhan penduduk yang tinggi dengan persentase 4.08% per tahun dengan
jumlah penduduk 109.108 jiwa dan luas wilayahnya 3269.97ha.
Dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi
menyebabkan berbagai permasalahan yang timbul seperti masalah lingkungan hidup,
masalah kemiskinan dan masalah penyalahgunaan alih fungsi lahan yang tidak
berada pada jalur kaidah-kaidah lingkungan hidup
B.
SARAN
Pertumbuhan penduduk hendaknya diiringi dengan tata
ruang kota yang baik dan berwawasan lingkungan serta penyediaan
fasilitas-fasilitas serta sarana dan prasarana yang memadai dan juga berwawasan
lingkungan, agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga meskipun wilayah
tersebut digunakan untuk kawasan pengembang berbagai sektor.
DAFTAR
PUSTAKA
Badan pusan statistik. 2000.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2000.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2002.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2002.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2004.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2004.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2005.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2005.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2006.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2006.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2007.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2007.semarang.BPS
Badan pusan statistik. 2008.Kecamatan Ngaliyan Dalam Angka Tahun 2008.semarang.BPS
http://www.bisnis-jateng.com/index.php/2010/11/banjir-bandang-ngaliyan-karena-kerusakan-lingkungan/
22 maret 2010,10.30 WIB
http://bolmerhutasoit.wordpress.com/2010/10/01/pertumbuhan-penduduk-ancaman-terbesar-masalah-lingkungan/
22 maret 2010, 11.12 WIB
No comments:
Post a Comment