BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Indonesia
merupakan negara yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, hal
tersebut terbukti bahwa Indonesia ikut dalam 5 besar negara yang memiliki
jumlah penduduk terbanyak di dunia.
Dengan pertumbuhan penduduk yang begitu pesat tersebut menjadikan
pemerintah maupun masyarakat menjadi resah. Pemerintah telah melakukan berbagai
macam cara untuk menekan jumlah penduduk tersebut, salah satu program
pemerintah yang paling terkenal dalam pengendalian pertumbuhan penduduk adalah
program KB (Keluarga Berencana) yang memiliki jargon “DUA ANAK CUKUP”. Hal
tersebut sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk, dapat dikatakan
program tersebut sukses, terbukti pertumbuhan penduduk dapat ditekan.
Hal
tersebut dapat menjadikan pemerintah dapat sedikit bernafas lega terhadap
masalah kependudukan. Lambat laun program tersebut kurang begitu efektif
sehingga pada sensus penduduk yang
terakhir tercatat terjadi pertumbuhan pendudukan yang cukup signifikan. Semakin
bertambahnya penduduk tersebut tidak diiringi dengan pertumbuhan pada sektor –
sektor lain yang nantinya mendukung kehidupan manusia. Terlebih lagi lingkungan
yang kini semakain tergerus oleh ulah manusia yang seakan berusaha untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya tanpa memikirkan bagaiamana lingkungan tersebut ke depannya. Banyak sekali
daerah – daerah yang tadinya digunakan untuk daerah resapan air kini menjadi
bangunan – bangunan yang didirikan oleh manusia, hal tersebut menjadikan
lingkungan menjadi semakin rusak, belum lagi limbah – limbah yang nantinya
dihasilkan oleh manusia yang dapat merusak lingkungan. Seperti yang terjadi
pada salah satu daerah di Semarang yaitu kecamatan Banyumanik.
B. Rumusan
Masalah
Dari
apa yang telah disampaikan pada latar belakang tersebut dapat ditemukan
beberapa masalah yang nantinya akan kita kaji dalam makalah ini, seperti:
1. Bagaimana
pertumbuhan penduduk daerah banyumanik?
2. Bagaimana
pertumbuhan Luas Areal Lahan Tanah Sawah dan Tanah Kering di Kecamatan
Banyumanik?
3. Apakah
ada pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap Luas Areal Lahan Tanah Sawah dan
Tanah Kering di Kecamatan Banyumanik?
C. Tujuan
Tujuan
dari makalah ini adalah:
1. Mengetahui
sejauh mana pengaruh pertumbuhan manusia terhadap Luas Areal Lahan Tanah Sawah
dan Tanah Kering di Kecamatan Banyumanik.
2. Menngetahui
pertumbuhan penduduk.
3. Mengetahui
pertumbuhan Luas Areal Lahan Tanah Sawah dan Tanah Kering di Kecamatan
Banyumanik.
BAB II
PEMBAHASAN
Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Dengan Luas Areal
Lahan Tanah Sawah dan Tanah Kering di Kecamatan Banyumanik.
Ledakan
jumlah penduduk yang terjadi di Indonesia menimbulkan banyak problematika dalam
hal kependudukan maupun dalam hal lingkungan. Semakin besar jumlah meanusia
yang ada di Indonesia maka semakin besar pula kebutuhan manusia tersebut,
sehingga menjadikan suatu hal yang kontras antara lingkungan dan pemenuhan
kebutuhan manusia tersebut. Di khawatirkan nantinya lingkungan yang semakin
tererosi oleh keserakahan manusia ini menimbulkan dampak atau efek yang
merugikan manusia, sebab lingkungan merupakan hal yang penting bagi manusia
dalam kelangsungan hidupnya.
Dalam
kenyataannya sekarang ini telah terjadi gradasi lingkungan yang sangat ekstrim
yang nantinya akan berdampak terhadap manusia luas. Berikut merupakan data yang
kami peroleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) dari data tersebut kita dapat
mengkaji tentang pertumbuhan penduduk apakah berpengaruh terhadap luas areal
lahan yang ada di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.
|
TAHUN
|
JUMLAH
PENDUDUK
|
LUAS
AREAL LAHAN
|
|
|
TANAH
SAWAH
|
TANAH
KERING
|
||
|
2003
|
111.527
|
126,00
|
2418,06
|
|
2004
|
113.651
|
126,00
|
2418,06
|
|
2005
|
111.738
|
126,00
|
2418,06
|
|
2006
|
113.573
|
122,00
|
2391,06
|
|
2007
|
114.631
|
112,00
|
2401,06
|
|
2008
|
121.855
|
112,00
|
2401,06
|
sumber: BPS (Badan
Pusat Statistik) Kota Semarang
TABEL PERTUMBUHAN DALAM PERSEN (%)
|
TAHUN
|
PENDUDUK
|
|
2003-2004
|
1,91
|
|
2004-2005
|
-1,69
|
|
2005-2006
|
1,65
|
|
2006-2007
|
0,93
|
|
2007-2008
|
6,30
|
Dari
tabel dapat kita lihat bahwa tiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah penduduk
walaupun dari tahun 2004-2005 terjadi penurunan pada jumlah penduduk. Namun apa
yang terjadi dengan luas areal lahan sawah sangatlah berbeda dengan apa yang
terjadi pada jumlah penduduk, yaitu penurunan jumlah pada luas arel lahan. Hal
tersebut membuktikan bahwa semakin bertambahnya manusia maka kebutuhan akan
lahan juga meningkat. Di daerah Banyumanik tersebut telah terjadi alih fungsi
lahan yang semula digunakan untuk sawah berubah menjadi tanah kering. Tanah
kering yang dimaksud adalah berupa pekarangan dan bangunan, tegalan dan kebun,
padang gembala, tambak atau kolam, rawa, lain – lain tanah kering. Dapat
dilihat jumlah tanah kering pada tahun 2005-2006 terjadi penurunan hal tersebut
sangat lah positif sebab areal tanah kering tersebut berkurang yang berarti
adanya pengurangan tanah kering.
Dari
beberapa kriteria tersebut yang meningkat adalah pada lahan yang digunakan
untuk pekarangan dan bangunan. Ketika kondisi lingkungan tersebut semakin
terkuras maka mungkin sekali terjadi suatu bencana, seperti yang terjadi pada
awal tahun 2010, di daerah Banyumanik tersebut terjadi tanah longsor yang cukup
besar sehingga ada korban jiwa. Hal tersebut menjadikan suatu bukti bahwa keadaan
lingkungan apabila tidak terawat tanpa danya perhatian dari masyarakat justru
akan menimbulkan masalah bagi masyarakat daerah tersebut.
Di
daerah Banyumanik banyak berdiri bangunan – bangunan seperti pabrik, pusat
perbelanjaan, dan bangunan – bangunan lain yang menjadikan lingkungan sekitar
banyumanik menjadi kurang baik. Pembuangan limbah sembarangan kadang masih
terjadi di daerah Banyumanik tersebut yang merupakan daerah industri setelah
daerah Terboyo, dari pengakuan masyarakat sekitar, air sungai Garang kadang bau
seperti bahan kimia yang bau tersebut berasal dari pembuangan limbah pabrik –
pabrik yang ada disekitar Banyumanik tersebut.
Pengalih
fungsian lahan yang terjadi didaerah banyumanik tersebut hendaknya mendapat
perhatian khusus dari pemerintah agar nantinya lingkungan hidup yang ada di
daerah Banyumanik dapat terjaga kelastariannya sehingga hal semacam longsor dan
hal - hal lain yang merugikan banyak
orang dapat dikurangi.
No comments:
Post a Comment